Penulisan karya tulis ilmiah memiliki dasar dalam membuat judul secara sistematis. Pembuatan judul yang analitik dan menarik akan mempengaruhi suatu artikel dapat diterima atau tidak. IA Scholar Foundation menawarkan istilah pembuatan judul melalui rumusan dari objek formal+objek material+konteks. Rumusan ini menjadi tamplate yang selalu digunakan oleh IA Scholar Foundation dalam merangkai judul yang sangat analitik dan menarik pada setiap artikel. Objek formal semisalnya. Objek ini didapatkan dari analisis berfikir secara logika melalui pemahaman yang structural dengan kalimat yang formal. Berikut kumpulan kata-kata objek formal yang dapat digunakan untuk merumuskan judul karya tulis ilmiah:
| No | Istilah | Makna/ Penjelasan |
| 1 | Revitalisasi | Menghidupkan kembali, memperkuat, atau meningkatkan fungsi sesuatu yang mengalami kemunduran |
| 2 | Transformasi | Perubahan dasar dari bentuk, struktur, atau kondisi sebelumnya ke bentuk baru |
| 3 | Rekonstruksi | Penyusunan atau pembentukan kembali sesuatu berdasarkan kondisi atau pemahaman baru |
| 4 | Rekonsiliasi | proses mencocokkan, menyelaraskan, atau memulihkan dua hal yang berbeda agar kembali klop, konsisten, atau rukun |
| 5 | Resiliensi | kemampuan seseorang untuk bangkit kembali dari keterpurukan, stres, trauma, atau tantangan hidup yang berat. |
| 6 | Resistensi | kemampuan atau sikap untuk bertahan, melawan, menolak, atau menentang suatu kekuatan, pengaruh, tekanan, maupun obat dari luar |
| 7 | Sakralisasi | proses mengubah sesuatu yang awalnya biasa (profan) menjadi suci, keramat, atau sakral |
| 8 | Desakralisasi | proses hilangnya nilai-nilai suci, sakral, atau spiritual dari sesuatu yang dulunya dianggap keramat. |
| 9 | Diseminasi | Proses penyebaran informasi, pengetahuan, gagasan, atau inovasi kepada kelompok target atau masyarakat luas |
| 10 | Otoritas | hak untuk bertindak, kekuasaan yang sah, atau wewenang yang diberikan kepada seseorang atau lembaga |
| 11 | De-otorisasi | proses pencabutan atau pembatalan hak akses, izin, atau kuasa yang sebelumnya telah diberikan kepada seseorang, perangkat, atau aplikasi untuk melakukan tindakan tertentu pada suatu sistem |
| 12 | Interpretasi | Proses penafsiran |
| 13 | Misinterpretasi | kekeliruan, salah paham, atau salah tafsir terhadap suatu informasi, perkataan, atau kejadian |
| 14 | misunderstanding | Kesalahan dalam memahami |
| 15 | Re-interpretasi | Menafsirkan kembali suatu ayat yang masih dianggap keliru |
| 16 | Reformulasi | Merumuskan kembali konsep, kebijakan, atau strategi agar lebih sesuai dengan kebutuhan |
| 17 | reorientasi | Mengarahkan kembali tujuan, perspektif, atau strategi |
| 18 | Restrukturisasi | Penataan kembali struktur atau susunan organisasi/ system |
| 19 | Legalitas | perihal keadaan sah atau keabsahan suatu hal di hadapan hukum |
| 20 | Reaktualisasi | Menghidupkan kembali nilai atau gagasan lama dalam konteks kekinian |
| 21 | Optimalisasi | Upaya menjadikan suatu bekerja atau berfungsi secara paling efektif |
| 22 | Pemberdayaan | Upaya meningkatkan kemampuan kapasitas, dan kemamdirian individu atau kelompok |
| 23 | Eksplorasi | Menggali suatu fenomena secara lebih dalam |
| 24 | identifikasi | Menentukan atau mengenali unsur, masalah, atau karakteristik tertentu |
| 25 | Konseptualisasi | Membentuk atau merumuskan konsep berdasarkan fenomena yang dikaji |
| 26 | Klasifikasi | Mengelompokkan sesuatu berdasarkan kriteria tertentu |
| 27 | Tipologi | Ilmu atau metode untuk mengelompokkan atau mengklasifikasikan objek, manusia, bahasa, atau fenomena ke dalam kategori atau tipe tertentu berdasarkan kesamaan karakteristik, sifat, atau bentuk dasarnya |
| 28 | Komparasi | Membandingkan dua atau lebih objek/fenomena |
| 29 | Marginalisasi | Proses menempatkan kelompok tertentu pada posisi yang kurang menguntungkan |
| 30 | Diskriminasi | Perlakukan tidak adil, pembedaan, pembatasan atau pengucilan terhadap seseorang atau kelompok |
| 31 | Disparatis | Perbedaan atau kesenjangan yang cukup mencolok |
| 32 | Eksklusi Sosial | Proses tersisihnya individu/ kelompok dari akses dan partisipasi sosial |
| 33 | Degradasi | Penurunan kualitas atau kondisi |
| 34 | Degradasi Ekologis | Penurunan kualitas lingkungan |
| 35 | Fragmentasi | Terpecahnya suatu kelompok atau system menjadi bagian-bagian |
| 36 | Polarisasi | Terbentuknya dua atau lebih kelompok dengan posisi yang semakin berlawanan |
| 37 | Hegemoni | Dominasi suatu kelompok/gagasan sehingga dianggap sebagai suatu yang wajar atau umum |
| 38 | Subordinasi | Penempatan seseorang/ kelompok pada posisi yang lebih rendah |
| 39 | Dislokasi | Pergeseran atau hilangnya posisi, fungsi, atau keterikatan yang sebelumnya ada |
| 40 | Alienasi | Keterasingan individu/ kelompok dari lingkungan, pekerjaan, budaya, atau dirinya sendiri |
Kumpulan kata-kata objek formal diatas merupakan kata-kata yang digunakan untuk merumuskan judul secara sistematis. Bagi sahabat IA Scholar Foundation yang tertarik dalam mencari isu atau menganalisis isu untuk judul yang sesuai, maka kumpulan kata-kata formal sangat membantu untuk membuat judul yang menarik. Selain itu, untuk para Sahabat IA Scholar yang masih bingung bagaimana menulis dan menentukan judul artikel yang baik, Sahabat IA Scholar dapat mengikuti program pelatihan di studio IA Scholar Foundation atau mengikuti secara online di program mahasiswa atau khusus dosen. Sahabat IA Scholar bisa mengunjungi website berikut: https://iascholar.org/
