IA Scholar Foundation mendapatkan kabar baik dari para sahabat IAS yang telah menerbitkan artikel scopus di bulan Oktober 2026. Artikel-artikel ini diterbitkan di jurnal-jurnal scopus baik di Indonesia maupun di Eropa. Topik-topik yang ditulis oleh sahabat IAS yaitu berkaitan dengan isu Agama, pendidikan, budaya, dan digitalisasi seperti topik algoritma. Artikel-artikel tersebut mengangkat isu-isu yang lagi trend dalam kajian secara teoritis dan empiris. Jika sahabat IAS tertarik untuk melihat dan mengikuti pola penulisan dengan tamplate IA Scholar, artikel-artikel ini sangat direkomendasikan untuk dilihat dan ditiru bagaimana cara penyajian penulisan artikel scopus. Berikut adalah artikel scopus sahabat IAS yang terbut di bulan Oktober 2026.
- Algorithmic Logic and the Transformation of Islamic Communication Ethics On Social Media. Artikel ini ditulis oleh Marhamah, Fauzi, Shafira Ulfa Rahmani dan Mirna Yusuf. Artikel ini terbit di jurnal ilmiah peuradean pada vol.14, no. 3, 2026. Artikel ini membahas terkait bagaimana logika algoritma berkaitan dengan pelanggaran etika komunikasi Islam serta negosiasi otoritas moral di media sosial. Dengan menggunakan metode studi kasus kualitatif berlapis, Marhamah dan kawan-kawan menganalisis 30 konten yang dapat diakses publik dan memiliki tingkat interaksi tinggi dari Instagram, X, Facebook, dan TikTok, yang dilengkapi dengan wawancara semi-terstruktur bersama 10 pengguna aktif media sosial.
- The Ambivalence of State Policies in Recognizing Local Religions within Indonesia’s Religious Pluralistic Society. Artikel ini ditulis oleh Hasse Jubba, Zuly Qodir, Salmy Edawati Yaacob, Mega Hidayati, dan Asriaty. Artikel ini terbit di jurnal ilmiah peuradean pada vol.14, no. 3, 2026. Artikel ini menganalisis ambivalensi kebijakan negara Indonesia dalam mengakui agama lokal dalam masyarakat yang secara konstitusional pluralistik. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, Hasse Jubba dan kawan-kawan memetakan tiga bentuk ambivalensi kebijakan, yakni pengakuan konstitusional versus pembatasan administratif, regulasi progresif versus birokrasi konservatif, dan perlindungan keberagaman versus pengendalian keseragaman.
- Digitalizing Islamic Community Education: Historical Continuity and Women’s Religious Agency in Indonesian Majelis Taklim. Artikel ini ditulis oleh Fauziah Nasution, Abdulrohman Mahir, Hasan Asari, Fahrani Azkia, dan Putri Rahmah Nur Hakim. Artikel ini terbit di jurnal ilmiah peuradean pada vol.14, no. 3, 2026. Artikel ini membahas digitalisasi pendidikan Islam yang menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana lembaga-lembaga keagamaan yang berakar pada sejarah beradaptasi terhadap perubahan teknologi sambil mempertahankan identitas pedagogis mereka. Fauziah dan kawan-kawan mengkaji transformasi majelis taklim Indonesia dengan fokus pada kesinambungan pedagogi sejarah dan lembaga pendidikan perempuan.
- Beyond Connectivity: Social Media, Cultural Consumption, and the Transformation of Social Norms in the Digital Age. Artikel ini ditulis oleh Zakaria Efendi, Meysella Al Firda Hanim, Zaenuddin Hudi Prasojo, Mudjijona, Nur Rif’ah Hasaniy. Artikel ini terbit di jurnal Italian Sociological Review pada vol. 16, no. 3, 2026. Artikel ini menganalisis bahwa transformasi kehidupan sosial di era digital tidak hanya ditandai dengan peningkatan konektivitas, namun juga perubahan mendasar dalam cara individu memahami, menginternalisasi, dan menegosiasikan nilai dan norma sosial. Zakaria dan kawan-kawan menganggap bahwa media sosial telah berkembang menjadi ekosistem budaya yang dimediasi oleh algoritma, yang secara aktif membentuk orientasi moral dan pola konsumsi nilai dalam kehidupan sehari-hari.
- Development of Smart Discrimination Training Using Cards and Objects to Improve Discrimination Skills in Children with Autism Spectrum Disorder. Artikel ini ditulis oleh Arneliza Arneliza, Nur Intan Rochmawati, Andy Brata, Inggrid Puji Astri, Tri Riana Lestari, dan Rudy Sutadi. Artikel ini diterbitkan di Journal of Disability Research periode 30 September 2026. Artikel ini menganalisis terkait anak-anak dengan gangguan spektrum autisme (ASD) sering mengalami kesulitan dalam pembelajaran dan mengalami diskriminasi, terutama ketika berbagai rangsangan diberikan pada tahap pembelajaran awal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Pelatihan Diskriminasi Cerdas (Smart DT) dengan menggunakan kartu dan benda untuk mendukung pembelajaran diskriminasi pada anak ASD.
Artikel-artikel diatas merupakan artikel sahabat IAS yang terbit di bulan Oktober 2026. Bagi sahabat IAS yang ingin melihat topik penelitian dan ketertarikan yang hampir sama dengan penelitiannya bisa mengakses langsung artikel tersebut. Selain itu, artikel-artikel tersebut rata-rata menggunakan tamplate IAS Scholar foundation. Jika sahabat IAS tertarik untuk belajar menulis artikel scopus, sahabat IAS bisa mengunjungi website berikut: https://iascholar.org/
