Yogyakarta, 5 Januari 2026 — IA Scholar Foundation kembali menyelenggarakan program coaching penulisan artikel ilmiah bertajuk “Online Writing Mastery Coaching for International Journals”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring selama satu bulan, dengan jadwal pelatihan setiap hari Senin, Rabu, dan Sabtu.

Program ini dirancang secara private dan sistematis melalui metode pembelajaran online, guna memberikan pendampingan intensif kepada para peserta dalam menulis artikel jurnal internasional bereputasi. Selama pelatihan, peserta dibimbing secara bertahap mulai dari pemilihan jurnal hingga penyusunan artikel sesuai standar internasional.
Pada hari pertama, pelatihan secara resmi dibuka oleh Prof. Dr. Irwan Abdullah, selaku Founder sekaligus Mentor IA Scholar Foundation. Dalam sambutannya, Prof. Irwan menegaskan bahwa terdapat dua rahasia utama dalam menulis artikel jurnal internasional. Pertama, penulis harus cermat dalam memilih jurnal dengan memastikan bahwa jurnal tersebut tidak bersifat discontinued maupun predatory, karena hal tersebut dapat berdampak serius terhadap kualitas dan reputasi publikasi. Selain itu, penulis juga harus memahami tema-tema yang sedang menjadi fokus jurnal agar artikel yang ditulis memiliki peluang lebih besar untuk diterima.
Kedua, Prof. Irwan menekankan pentingnya pemahaman terhadap struktur dasar artikel ilmiah bereputasi internasional atau yang ia sebut sebagai “rukun Scopus”, yang meliputi introduction, literature review, method, results, discussion, dan conclusion. Struktur ini harus dipahami secara mendalam dari paragraf ke paragraf, mengingat IA Scholar Foundation menerapkan template penulisan artikel dengan 33 paragraf sebagai standar dalam penyusunan artikel jurnal bereputasi Scopus.

Dalam pemaparan selanjutnya, Prof. Irwan menjelaskan penerapan rumus SPIN sebagai fondasi awal dalam merumuskan ide tulisan, yang meliputi Specific, Powerful, Important, dan Novelty. Rumus SPIN digunakan untuk memastikan bahwa topik yang dipilih memiliki fokus yang jelas, kekuatan argumen, urgensi akademik, serta unsur kebaruan yang kuat dan relevan dengan diskursus global.

Setelah konsep SPIN terpenuhi, peserta diarahkan untuk mengembangkan tema tulisan menggunakan kerangka CCTES (Controversy, Change/Transformation, Trend, Emergency, dan Solution). Kerangka ini berfungsi untuk menajamkan posisi akademik tulisan agar tidak hanya deskriptif, tetapi juga kritis dan solutif. Prof. Irwan menegaskan bahwa konsep CCTES harus dirumuskan melalui perpaduan antara objek formal, objek material, dan konteks penelitian.
Lebih lanjut, orientasi penulisan judul juga menjadi perhatian utama dalam pelatihan ini, baik yang berbasis teori, pendekatan, model, metode, strategi, maupun konsep. Judul artikel ditetapkan tidak lebih dari 15 kata, dengan tetap mencerminkan kekuatan analisis dan arah penelitian secara jelas.
Seluruh pemaparan tersebut menjadi materi pembuka yang disampaikan oleh Prof. Dr. Irwan Abdullah dalam kelas online perdana yang berlangsung pada sesi malam hari, sekaligus menjadi fondasi awal bagi peserta dalam mengikuti rangkaian Online Writing Mastery Coaching for International Journals selama satu bulan ke depan.
