Bagikan Berita

Founder IA Scholar, Prof. Dr. Irwan Abdullah, berhasil mencatatkan capaian akademik yang membanggakan dengan menerbitkan 100 artikel terindeks Scopus hingga tahun ini. Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademiknya sekaligus menunjukkan konsistensi dalam membangun budaya kepenulisan ilmiah di kalangan dosen dan peneliti.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi prestasi personal, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak akademisi yang ingin mengembangkan kapasitas menulis di jurnal internasional bereputasi. Melalui IA Scholar, Prof. Irwan Abdullah selama ini dikenal aktif mendorong lahirnya lingkungan akademik yang produktif, terutama dalam pengembangan publikasi ilmiah berbasis riset.

Dalam sebuah kesempatan, Prof. Irwan Abdullah membagikan beberapa trik dan tips untuk menjaga produktivitas menulis, khususnya bagi dosen dan peneliti yang ingin konsisten menghasilkan karya ilmiah.

Menurutnya, produktivitas menulis harus dimulai dari lingkungan akademik yang kondusif.

“Produktivitas menulis harus dibangun dari lingkungan keseharian kita yang diberi warna akademik, sehingga setiap napas dosen atau peneliti bernuansa akademik. Dunia akademik harus menjadi pengalaman dekat dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Prof. Irwan.

Ia menekankan bahwa isu-isu akademik perlu terus dibahas, didiskusikan, dan ditulis sebagai bagian dari aktivitas keseharian. Menurutnya, produksi pengetahuan tidak dapat berkembang dalam ruang yang tidak kondusif. Oleh karena itu, perlu dibangun infrastruktur akademik yang memadai dan kultur akademik yang mendukung, sehingga para akademisi dapat dengan mudah menjalankan misi penelitian dan penulisan.

Selain lingkungan yang mendukung, konsistensi menjadi kunci utama dalam menulis.

“Menulis ini modal dasarnya adalah konsistensi. Menulis harus dijadikan bagian dari perkara yang kita hadapi dan selesaikan setiap hari secara reguler,” ujarnya.

Prof. Irwan mengungkapkan bahwa dirinya melatih kebiasaan menulis dengan komitmen sederhana, yakni menulis satu paragraf setiap hari. Ia percaya bahwa dalam satu bulan, tiga puluh paragraf dapat berkembang menjadi satu artikel ilmiah. Prinsip ini kemudian dikenal dengan motto “One Day One Paragraph”, yang menjadi program ikonik IA Scholar dalam melatih kebiasaan menulis akademik.

Menurutnya, ketika menulis sudah menjadi habit, berbagai tantangan dalam proses penulisan akan lebih mudah diatasi. Justru tantangan terbesar dalam dunia akademik bukan pada kemampuan menulis, tetapi pada membangun kebiasaan menulis secara konsisten.

Lebih jauh, Prof. Irwan menegaskan bahwa motivasi menulis tidak seharusnya semata-mata untuk kepentingan pribadi seperti kepangkatan atau kewajiban institusi.

“Sejak semester tiga kuliah S1 saya menulis karena ingin terlibat dalam suatu wacana dan memberi kontribusi sekecil apa pun pada perbincangan yang sedang terjadi,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa tulisan yang dipublikasikan memiliki potensi untuk membawa perubahan yang lebih baik bagi masyarakat. Oleh karena itu, menulis bagi dirinya merupakan bagian dari upaya membangun peradaban.

“Menulis itu membangun peradaban. Tulisan dapat menjadi sumber kecerdasan bagi kepentingan orang banyak. Karena itu, menulis harus menjadi tradisi,” tegasnya.

Dengan capaian 100 artikel Scopus, Prof. Irwan Abdullah tidak hanya menorehkan prestasi akademik yang penting, tetapi juga terus mendorong lahirnya generasi akademisi yang produktif, kritis, dan berkontribusi dalam memperkaya khazanah ilmu pengetahuan. Melalui semangat konsistensi dan tanggung jawab sosial dalam menulis, ia berharap tradisi kepenulisan ilmiah semakin kuat dalam dunia akademik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai Percakapan
1
Butuh Bantuan? Hubungi kami
IA Scholar Foundation
Hello ????
Apa yang bisa kami bantu?