Yogyakarta, 28 Juli 2026, IA Scholar Foundation kembali melaksanakan pelatihan karya tulis ilmiah berbasis scopus yang ke-157. Pelatihan ini dimulai pada tanggal 28 Juli-1 Agustus 2026, dengan dihadirkan oleh tiga perguruan tinggi yaitu Univ Trunojoyo, IAKN Ambon, dan UIN Jember, sebanyak 9 orang. Para peserta disambut hangat oleh Founder, Mentor, dan asisten IA Scholar Foundation saat tiba di studio pelatihan. Kedatangan tersebut membuat suatu komitmen besar untuk belajar dan menuntut para peserta agar dapat menyelesaikan tujuan utama, yaitu menyelesaikan karya tulis ilmiah. Begitupula sebaliknya, para peserta sangat antusias datang ke IA Scholar Foundation untuk belajar dan mendapatkan ilmu yang disampaikan oleh para mentor.

Dalam pelatihan ini, Direktur IA Scholar Foundation memberikan kata sambutan yang hangat terhadap para peserta tentang proses pembelajaran yang akan dilaksanakan selama lima hari. Proses ini harus diikuti oleh para peserta dengan tertib dan konsisten dalam menyelesaikan sebuah tulisan di Yogyakarta. Direktur IA Scholar memberikan komitmen yang besar terhadap para peserta untuk terus bersemangat dalam mengikuti materi dan praktik penulisan dengan cermat. Selain itu, Founder IA Scholar Foundation, Prof. Dr. Irwan Abdullah juga turut membuka pelatihan pada malam 28 Juli 2026 dengan konsep one day one paragraf. Bagi Prof. Dr. Irwan Abdullah menulis itu tidak pernah lelah, harus konsisten untuk menulis dan menerbitkan artikel ke jurnal scopus. Prof. Irwan menekankan bahwa” kita sebagai penulis harus membiasakan diri setidaknya satu hari satu paragraf dalam menulis, baik saat bangun tidur dan juga mau tidur agar dapat melatih diri agar tetap konsisten dalam menulis.

Praktik ini terus diterapkan oleh Prof. Dr. Irwan Abdullah dalam menulis artikel karya tulis ilmiah, sekaligus memberikan inspirasi dan motivasi kepada para peserta. Hal ini terbukti bahwa Prof. Dr. Irwan Abdullah merupakan salah satu penulis berpengaruh di bidang antropologi yang berhasil menulis karya tulis ilmiah sebanyak 409 tulisan. Produktifitas ini membuktikan bahwa proses penerbitan dan penulisan membutuhkan perjuangan yang begitu p.anjang dengan komitmen besar untuk terus menulis. Dengan kata lain, one day one paragraph menjadi kunci untuk dapat menghasilkan publikasi artikel ilmiah.
One day one paragraph bukanlah program baru yang diterapkan oleh IA Scholar Foundation, tetapi ini adalah prinsip dasar bahwa seorang penulis harus terus menulis tanpa berhenti. Mereka yang menulis akan mendapatkan dampak positif terhadap hasil publikasi seperti, pemerosesan pemangkatan, catatan akademik berkualitas, sampai pada kenaikan guru besar. Prinsip one day one paragraph yang disampaikan Prof. Dr. Irwan Abdullah mengajak para peserta untuk tekun dalam menulis sampai kepada penerbitan jurnal yang bereputasi internasional seperti scopus.
