Bagikan Berita

Yogyakarta, 6 Agustus 2026, IA Scholar Foundation melaksanakan pelatihan batch 158. Pelatihan ini akan dilaksanakan selama 5 hari yang dimulai dari 5-8 Agustus 2026 di studio IA Scholar Foundation. Pelatihan ini menghadirkan 10 peserta yang terdiri dari 9 dosen UIN Tulungagung dan 1 dari IIQ Jakarta. Para peserta terlihat sangat antusias dan bersemangat datang ke IA Scholar Foundation. Apalagi mereka telah disambut dengan hangat oleh para mentor dan angels di Yogyakarta.

Dalam pembukaan pelatihan batch 158, IA Scholar Foundation memberikan komitmen besar kepada para peserta untuk gigih dalam menyelesaikan pelatihan selama lima hari. Seperti biasa, Nur Quma Laila, M.A atau biasa dipanggil Ila selaku mentor junior IA Scholar memberikan gambaran pertama terkait dengan system pelatihan IA Scholar. Ila menyampaikan bahwa pelatihan selama lima hari akan dimulai dengan materi dan praktik penulisan mode bimbingan bersama dengan mentor. Langkah-langkah ini disampaikan oleh Ila untuk menegaskan kembali komitmen kepada para peserta yang telah hadir di IA Scholar Foundation dalam pelatihan menulis artikel scopus.

Setelah Ila menyampaikan gambaran terkait pelatihan menulis selama lima hari, Direktur IA Scholar Foundation, Dr. Hasse Jubba juga menyamai perspektif terkait dengan pelatihan. Namun kali ini, yang biasa disapa Pak Hasse, mengenalkan pembukaan pertama dengan mengenalkan belantara jurnal scopus menurut scimagorjr. Pak Hasse menampilkan website scimagorjr untuk mengenalkan bagaimana mencari jurnal scopus yang continue dan discontinue. Bagi pak Hasse, sebagai penulis, kita harus berhati-hati mencari jurnal scopus. Apalagi jika jurnal tersebut telah discontinue atau pengindeksan telah diberhentikan oleh Elisevier. Kehati-hatian ini harus diperhatikan disebuah pencarian jurnal scopus, agar tidak dapat tertipu dengan jurnal-jurnal yang tidak diakui kembali.

Scimagojr merupakan website yang saat ini memunculkan pencarian jurnal-jurnal scopus diberbagai negara, keilmuan, dan lembaga yang menjadi publisher. Jurnal-jurnal scopus tersebut ada yang terdata secara peringkat seperti Q1, Q2, Q3, dan Q3, serta menampilkan impact factor yang menjadi keunggulan kualitas sebuah jurnal internasional. Bagi Pak Hasse, memahami belantara jurnal seperti ini sangatlah penting, karena sebelum mensubmit sebuah artikel kita harus mengetahui dan memahami terlebih dahulu jurnal-jurnal apa saja yang kita inginkan. Jangan sampai, jurnal-jurnal yang kita tuju termasuk dalam jurnal predator_jurnal yang memiliki akses lebih tanpa menampilkan kualitas dalam sebuah artikel.

Melalui pelatihan di IA Scholar Foundation, para peserta akan diajarkan langkah demi langkah untuk mencari jurnal yang sesuai dengan artikel yang dimiliki. Ditambah lagi, dalam pelatihan batch 158, IA Scholar Foundation berharap para peserta dapat menyelami pengetahuan tentang tatacara penulisan artikel melalui materi yang akan disampaikan oleh Prof. Dr. Irwan Abdullah pada setiap pertemuan. Dengan komitmen yang besar untuk menyelesaikan artikel scopus, IA Scholar Foundation akan terus membimbing para peserta untuk dapat menyelesaiakn tulisan dan dapat mensubmit artikel mereka ke scopus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai Percakapan
1
Butuh Bantuan? Hubungi kami
IA Scholar Foundation
Hello ????
Apa yang bisa kami bantu?