Keilmuan antropologi sering kali kita dengar di berbagai interdispliner studi. Keilmuan ini digunakan untuk menganalisis dan mengkritisi kehidupan sosial melalui perspektif masyarakat secara umum. Banyak sekali kajian antropologi yang kita temukan. Diantaranya yaitu Prof Robert Hefner, salah satu antropolog sosial agama yang terkenal dengan naskah penelitiannya yaitu Geger Tengger. Penelitiannya menggambarkan bagaimana pergulatan masyarakat lokal yang berada di desa Argosasi Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Hefner melihat dinamika sosial masyarakat Tengger yang mengalami pergeseran budaya akibat politik, ekonomi, agama, dan perubahan modernitas di Indonesia. Selain tu, kita juga mengenal Clifford Geertz, seorang antropolog sosial yang memberikan tipologi Islam Jawa yaitu Santri, Priyai, dan Abangan. Konsep ini sering kali digunakan oleh banyak orang untuk menganalis perkembangan tradisi dan kepercayaan masyarakat lokal terhadap spiritualitas dan keberagaman masyarakat daerah. Dari sinilah, mulai ada pertanyaan mengapa keilmuan antropologi sangat penting untuk mendikte agama pada masyarakat?
Kajian antropologi memiliki nilai-nilai teoritis yang sangat kritis terhadap perkembangan zaman. Hal ini dikarenakan bahwa antropologi dapat menganalisis berbagai tantangan keilmuan yang menjadikan landasaran bahwa sesuatu itu memiliki pandangan dari sudut yang berbeda. Pandangan antropologi mencangkup keberagamanan budaya, relasi agama dan masyarakat, serta dimensi spiritualitas masyarakat. Cabang keilmuan ini digunakan oleh para antropolog untuk membuktikan fakta secara empiris dan sistematis dalam menganalisis sebuah kajian penelitian. Para Antropolog membuktikan fakta melalui realitas sosial yang berkembang pada masyarakat. Dari konsep inilah, kajian antropologi sangat dibutuhkan untuk melihat sejarah, agama, dan modernitas dalam kejian budaya melalui artikel-artikel yang diterbitkan diberbagai jurnal. Salah satunya yaitu jurnal Antropologi yang diterbitkan oleh Cambridge University Press. Jurnal-jurnal ini membahas banyak terkait dengan pandangan antropolog mengenail dinamika sosial masyarakat. Berikut adalah jurnal-jurnalnya.
The Antiquaries Journal bertujuan untuk mencerminkan sifat multidisiplin dalam kajian budaya material dengan menerbitkan beragam makalah yang seimbang dari berbagai periode, mulai dari masa prasejarah hingga masa kini. Jurnal ini memuat makalah yang membahas pertanyaan penelitian dari berbagai sudut pandang, misalnya dengan memadukan data sejarah, sejarah seni, arsitektur, linguistik, arkeologi, dan sains. Jurnal ini merupakan bacaan penting bagi para arkeolog, sejarawan arsitektur dan seni, serta spesialis budaya material, maupun bagi mereka yang terlibat dalam bidang pelestarian dalam cakupan yang paling luas.
Antiquity adalah jurnal arkeologi dunia yang ditinjau sejawat. Didirikan oleh O.G.S. Crawford pada tahun 1927, jurnal tersebut melaporkan penelitian arkeologi dan antropologi baru, metode dan isu-isu penting internasional dalam bahasa sederhana kepada pembaca akademis dan profesional yang luas.
Cambridge Archaeological Journal adalah jurnal internasional terkemuka di bidang arkeologi sosial. Jurnal ini menerbitkan artikel mengenai arkeologi dari berbagai wilayah, mulai dari garis lintang utara hingga wilayah Global South dan bahkan Antartika, serta mencakup seluruh rentang waktu, mulai dari tahap awal evolusi dan kognisi manusia hingga arkeologi kota-kota kontemporer. CAJ juga memuat artikel tentang teori arkeologi dan temuan empiris yang memiliki signifikansi melampaui batasan wilayah tertentu. Artikel-artikel dalam CAJ memiliki ciri khas berupa fokus pada gagasan dan interpretasi; meskipun sebuah artikel mungkin membahas arkeologi di lokasi atau metode tertentu, artikel tersebut juga mengupas aspek-aspek konseptual yang mampu menarik minat para arkeolog yang bekerja dengan materi kajian berbeda.
Studi Komparatif dalam Masyarakat dan Sejarah (CSSH) adalah jurnal dan forum akses terbuka internasional untuk penelitian baru mengenai masalah pola dan perubahan yang berulang dalam masyarakat manusia sepanjang waktu dan di dunia kontemporer. Jurnal ini menampilkan karya para spesialis di semua cabang ilmu sosial dan humaniora, menyatukan penelitian multidisiplin, studi budaya dan wilayah, serta usaha inovatif dalam teori dan metode. Jurnal ini juga berkomitmen untuk membangun koneksi dan berbagi bahasa perbandingan di bidang inti pembaca kami: sejarah, antropologi, ilmu politik, dan sosiologi. Bersamaan dengan artikel dan esai ulasan yang diterbitkan di jurnal, situs web pendamping jurnal menampilkan wawancara dengan kontributor, komentar, sumber daya untuk pengajaran, dan diskusi tentang tren yang muncul dalam praktik dan politik perbandingan.
Evolutionary Human Sciences adalah jurnal Akses Terbuka sepenuhnya yang mendukung pendekatan terpadu terhadap ilmu pengetahuan evolusioner. Jurnal ini menegaskan dengan pemahaman bagaimana evolusi telah membentuk umat manusia, mulai dari biologi hingga budaya. Jurnal ini bertujuan untuk menarik makalah di bidang antropologi evolusioner, evolusi budaya, biologi manusia, kedokteran evolusioner, genetika antropologi, filogenetik, paleoantropologi dan pendekatan evolusi terhadap psikologi, kognisi, bahasa, ekonomi, arkeologi, primatologi, politik dan apa pun yang dapat dianggap sebagai bagian dari ilmu pengetahuan evolusioner. Ilmu Pengetahuan Manusia Evolusioner menerbitkan penelitian asli interdisipliner, termasuk laporan terdaftar, dan ulasan.
International Journal of Cultural Property adalah jurnal peer-review terkemuka dengan akses terbuka penuh, yang diterbitkan sejak tahun 1992. Jurnal ini menampilkan artikel, esai, komentar editorial, perkembangan terkini, dan resensi buku oleh para sarjana dan praktisi terkemuka dari seluruh dunia yang membahas perkembangan warisan budaya dan hukum seni dalam konteks multidisiplin. Jurnal ini juga menyajikan analisis keputusan pengadilan dan tribunal internasional, regional, dan nasional, serta praktik dan kebijakan kontemporer dari badan antar pemerintah dan nasional serta organisasi non-pemerintah yang relevan di bidangnya.
Jurnal-jurnal diatas merupakan jurnal antropologi yang diterbitkan oleh Cambridge University Press. Jurnal-jurnal ini memiliki kualitas yang cukup tinggi. Bagi Sahabat IAS yang tertarik untuk melihat artikel-artikel yang ada di jurnal tersebut, sahabat IAS bisa membuka linknya di nama jurnal-jurnal tersebut. Selain itu, bagi sahabat IAS yang ingin belajar untuk menulis artikel-artikel scopus, sahabat IAS bisa mengikuti program pelatihan yang dapat diakses di alamat berikut: https://iascholar.org/
