Jurnal merupakan suatu system yang menerima karya tulis ilmiah sesuai dengan scope dan aims yang telah ditetapkan. Jurnal dibangun untuk menampung berbagai karya tulis ilmiah baik secara empiris maupun secara literatur mendalam. Jurnal-jurnal tersebut memuat berbagai bidang yang relevan dengan kajian-kajian keilmuan yang mengglobal. Namun, beberapa orang tidak tahu bahwa sebelum membangun jurnal mereka harus memiliki komitmen besar untuk mengembangkan jurnal-jurnal yang dibuat agar mengalami progresif pada setiap volume-volume yang dicapai. Komitmen tersebut tidak hanya mencangkup penulisan artikel yang sesuai dengan bidang jurnal, tetapi membangun jurnal agar mendapatkan ISSN-perpusnas, terindeks garuda, masuk akreditasi jurnal nasional, terindeks scopus, WOS sampai DOAJ. Langkah-langkah progresif ini dapat diperhatikan sebagai berikut:
ISSN-Perpusnas merupakan Pusat Bibliografi dan Pengolahan Bahan Perpustakaan sebagai Pusat Nasional ISSN Indonesia yang memiliki tugas dan wewenang untuk melakukan pemantauan atas seluruh publikasi terbitan berkala yang diterbitkan di Indonesia. Sebagai bagian dari tanggung jawab tersebut, Pusat Nasional ISSN Indonesia menerbitkan ISSN (International Standard of Serial Number) yang merupakan tanda pengenal unik setiap terbitan berkala yang berlaku global. ISSN dapat diajukan dalam bentuk e-ISSN untuk cetakan online atau ISSN untuk cetakan print. Setiap jurnal yang ingin diakui secara nasional wajib untuk mengajukan e-ISSN atau ISSN secara mandiri sebelum mereka ketahadap pengindeks nasional seperti Sinta dan Scopus.
Setelah jurnal mendapatkan ISSN, para pengelola jurnal biasanya mengajukan jurnal-jurnal mereka ke indeks Garuda. Garba Rujukan Digital (GARUDA) adalah platform sumber daya yang andal untuk penelusuran publikasi ilmiah di Indonesia yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek). GARUDA merupakan basis data komprehensif yang mencakup berbagai bidang ilmu, mulai dari seni & humaniora, ilmu perilaku, dan ilmu sosial hingga kedokteran & farmakologi, ilmu fisika, teknik, matematika & ilmu komputer, kimia, serta biologi. Platform ini dirancang untuk keperluan penelusuran, pengindeksan, pembuatan abstrak, pemantauan, dan peningkatan standar publikasi ilmiah di Indonesia, menjadikannya sarana penting bagi peneliti, dosen, mahasiswa, pustakawan, regulator, dan pembuat kebijakan. Dengan memanfaatkan beragam sumber daya, termasuk jurnal dan prosiding konferensi Indonesia, peneliti dapat meningkatkan produktivitas dan memfasilitasi penemuan-penemuan penting melalui GARUDA. Hemat waktu dan akses informasi yang relevan secara mudah, cepat, dan tepercaya menggunakan platform penelusuran konten ilmiah dan teknis terkemuka ini.
Jurnal-jurnal yang telah terindeks Garuda, biasanya para pengelola jurnal tidak berhenti hanya sampai garuda. Demi kemajuan dan pengakuan yang lebih, para pengelola jurnal akan mengajukan akreditasi jurnal nasional ke Sinta. Biasanya proses ini memiliki proses 6 bulan. Namun sebelum mengajukan ke Sinta, para pengelola jurnal terlebih dahulu harus memperhatikan jurnal-jurnal mereka mulai dari pengalaman terbit minimal 3 tahun, syarat editor-in-chief harus memiliki H-indeks nasional maupun internasional, dan artikel yang memikiki kualitas baik akan berpotensi mendapatkan skor yang tinggi dalam pengajuan akreditasi jurnal nasional.
Scopus merupakan indeks jurnal yang paling tinggi. Banyak orag-orang mendewakan scopus karena indeksing yang dibangun oleh Elisevier ini memberikan keuntungan untuk para penulis. Keuntungan tersebut mencangkup kualitas jurnal, kebutuhan perorangan untuk mencapai guru besar, dan bahkan untuk kepentingan bisnis dalam pengembangan jurnal-jurnal berwawasan global. Bagi para pengelola jurnal, mengajukan scopus adalah proses yang harus dicapai. Hal ini dikarenakan bahwa Scopus memiliki keistimewaan yang membuat para pengelola jurnal berambisi dalam mencapai akreditasi terbaik. Biasanya, pengajuan jurnal scopus tidak harus melalui tahap sinta. Tahap pengajuan asalkan jurnalnya sudah mendapatkan ISSN dan proses kualitas dan citasi yang mengglobal secara internasional, para pengelola jurnal sudah bisa untuk mengajukannya. Namun, yang perlu diperhatikan ialah konsistensi dan kedalaman pengetahuan seseorang pengelola dalam mensubmit jurnal scopus.
WOS merupakan platform basis data indeksasi jurnal ilmiah internasional yang sangat prestisius, dikelola oleh Clarivate Analytics. WOS berfungsi menyaring dan menyimpan jurnal berkualitas tinggi dari seluruh dunia setelah melalui seleksi ketat (kualitas editorial, peer review, etika publikasi). Biasanya para pengelola jurnal mangajukan WOS untuk kepentingan standar indexing sebuah jurnal. Dengan kata lain, WOS memiliki pengaruh yang sangat krusial bagi pengutipan nasional dan intenasional, bahkan dikenal oleh para penulis luar negeri.
DOAJ merupakan indeks yang unik dan komprehensif untuk berbagai jurnal akses terbuka (open access) dari seluruh dunia, yang digerakkan oleh komunitas yang terus berkembang. DOAJ berkomitmen untuk memastikan konten berkualitas tersedia secara terbuka secara daring bagi siapa saja. DOAJ adalah bagian penting dari infrastruktur akses terbuka global. DOAJ merupakan komunitas global, dengan anggota tim, duta, dan sukarelawan yang tersebar di 45 negara di seluruh dunia serta menggunakan 36 bahasa. Misi DOAJ adalah meningkatkan visibilitas, aksesibilitas, reputasi, penggunaan, dan dampak dari jurnal penelitian ilmiah berkualitas yang telah melalui proses penelaahan sejawat (peer-review) dan berstatus akses terbuka, tanpa memandang disiplin ilmu, lokasi geografis, maupun bahasa. Selain itu, visi DOAJ berupaya membangun ekosistem ilmiah yang adil dan beragam, di mana penelitian tepercaya dapat diakses secara global tanpa hambatan.
Indexing diatas merupakan upaya yang terus dilakukan oleh para pengelola jurnal untuk mencapai eksistensi terbaik dalam pengelolaan. Selain itu, beberapa langkah diatas tidak semuanya mencangkup pengindeks yang global, masih banyak yang harus dicapai seperti indeks dari Leiden University Press, Oxpord University Press hingga berbagai Lembaga yang memungkinkan untuk membuka akses secara penuh untuk jurnal-jurnal. Dengan kata lain, indexing ini akan membantu jurnal-jurnal dapat diakses dan dibaca secara penuh. Jika para sahabat IAS scholar penasaran untuk sistematika jurnal dan menulis artikel, sahabat IAS bisa mengunjungi website di link ini: https://iascholar.org
