Bagikan Berita

Review Pelatihan Batch 159 – Tahukah anda bagaimana membuat tulisan memiliki makna dalam karya tulis ilmiah? Tulisan yang dinilai bermakna artinya memiliki kejelasan dalam penempatan, kesesuaian, dan kecerdasan dalam mengolah kata demi kata. Tidak heran jika banyak orang gagal dalam menulis artikel. Atau bahkan menghasilkan paper yang palsu. Menurut Porter dan Mclntosh (2024) mengatakan bahwa diperkirakan 2% dari semua pengajuan jurnal di semua disiplin ilmu berasal dari pabrik kertas, yang menciptakan risiko signifikan bahwa kumpulan penelitian yang kita andalkan untuk kemajuan menjadi rusak, dan memberikan beban yang tidak semestinya pada proses pengajuan untuk menolak artikel-artikel ini. Artikel-artikel tersebut dianggap sebagai ladang bisnis yang menjadi sebuah organic_tumbuh secara alami tanpa memperhatikan kualitas dalam penulisan. Kritik ini muncul sebagai upaya untuk membunyikan kualitas dan kuantitas. Mereka yang baru menulis karya tulis ilmiah mengalami misreproduksi dalam mempertahankan kualitas secara alamiah. Pertanyaan! Apakah system organik ini salah dalam istilah publisher? Tentu tidak!

Menariknya, dalam sebuah kompetisi penulisan, orang-orang berhak untuk menyampaikan ide dan gagasan sesuai dengan pengetuan dan keilmuan. Baik dosen, peneliti, scholar, dan mahasiswa berhak untuk menulis dan mempublikasi karya tulis ilmiah mereka. Maka, bukan pada maklar atau system organic penerbitannya yang salah, tetapi sistem jurnal dan kualitas artikel yang harus dikonstruksikan kualitasnya secara perlahan. Melalui pelatihan IA Scholar Foundation batch 159, Prof. Dr. Irwan Abdullah menyampaikan terkait dengan kualitas dan kuantitas penulisan harus memenuhi standar coherent dan clarity. Bagi Prof. Irwan tulisan itu harus memiliki keterbacaan, yang menyatakan suatu artikel memenuhi dua syarat yang satu clarity, yang satu coherent. Dua syarat ini yang menyatakan dia kridibel_dapat dipercaya atau diandalkan. Kalau clear dari konsepnya, maka dia akan jelas secara keseluruhan artikel ilmiah tersebut. Kedua ditulis dengan coherent_berhubungan, logis, dan konsisten dalam tulisan. Misalnya bertanya didepan sesuai dengan jawaban. Apa yang didepan ditanyakan, dijawab dibelakang. Apa konsep yang dipakai di depan sejalan dengan di belakang. Dua konsep inilah yang harus diterapkan dalam sebuah tulisan.

Dalam pelatihan IA Scholar Foundation, Prof. Dr. Irwan Abdullah selaku founder dan mentor selalu menekankan kualitas dan kuantitas dalam penulisan artikel scopus. Pelatihan yang dilaksanakan di studio IA Scholar Foundation, Yogyakarta bertujuan untuk mengembangkan kapasitas sumber daya pendidik, terutama dosen dan peneliti di bidangnya. IA Scholar menargetkan pada setiap peserta pelatihan menulis scopus memahami konsep dan praktik penulisan yang memiliki standar internasional sesuai dengan kaidah penulisan scopus. Coherent dan clarity selalu dijelaskan pada materi pelatihan menulis IA Scholar. Dengan kata lain, untuk memenuhi standar kualitas penulisan, para peneliti harus memahami konsep penulisan secara jelas agar ide dan gagasan dapat dipercaya sebagai pembelaan karya tulis ilmiah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *