Edit Content

IA Scholar Foundation

Kami merupakan lembaga yang khusus didirikan untuk menjembatani para akademisi dan peneliti dengan dunia publikasi dan jurnal. IASF membawahi divisi penelitian dan publikasi ilmiah bereputasi melalui pelatihan, pendampingan, dan konsultasi.

 
Bagikan Berita

Sleman – Di akhir tahun ini, IA Scholar Foundation menutup kegiatan akhir tahun dengan pelatihan bersama IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa dan IAIN Pontianak. Berbeda dengan biasanya, pelatihan kali ini terasa spesial karena bertepatan dengan kunjungan Prof. Dr. Ahmad Sunawari Long dan  Prof. Dr. Jaffary Awang dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) ke Studio IA Scholar Foundation. Beliau berdua turut memberikan wejangan terkait penerbitan artikel di journal terindeks Scopus.

Dalam kesempatan ini, 23 Desember 2022, Prof. Sunawari menyampaikan bahwa Scopus dapat  menaikkan rangking universitas. Beliau juga menyampaikan bahwa para peserta beruntung karena bisa belajar bersama di IA Scholar sehingga harapannya dapat menunjang kenaikan rangking tersebut. UKM sendiri, paparnya, telah berada di posisi ke-129 QS World Rankings dan ke-30 QS Asia Ranking. Prestasi yang didapatkan UKM dari urutan 138 menuju 129 tersebut tidak lain berkat karya-karya akademisi yang terbit dalam jurnal terindeks Scopus.  Dengan ini UKM terus berusaha untuk menempatkan diri di posisi terbaik.

Tak hanya itu, Prof. Sunawari juga memberikan beberapa tips agar lolos kualifikasi sebuah jurnal. Pertama, penting untuk mengenali sebuah jurnal mulai dari menyesuaikan latar belakang, case studies, submission, scope dan lain sebagainya. Kedua, membaca artikel-artikel yang telah terbit di jurnal tujuan seperti bagaimana penulis dalam artikel-artikel tersebut menulis judul, menyusun abstrak, strategi-strategi dalam pendahuluan hingga referensi. Hal ini penting, karena misalnya saja penulisan referensi di Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam berbeda dengan penulisan referensi di Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial.

Prof Awang juga menambahkan sedikit cerita pengalamannya ketika mensubmit artikel Scopusnya untuk pertama kali. Beliau menceritakan bahwa terdapat begitu banyak revisi yang didapatkan, namun dari situlah beliau banyak belajar dan terus memproduksi tulisan-tulisan selanjutnya. Semoga semangat dari Prof. Sunawari Long dan Prof. Jaffray Awang serta hasil pelatihan di IA Scholar dapat terus memantik semangat dosen-dosen sahabat IA Scholar dari IAIN Langsa dan IAIN Pontianak dalam menulis artikel-artikel jurnal yang bereputasi. Karena sejatinya menulis bukan hanya perkara ranking namun juga merupakan salah satu cara bersyukur atas ilmu yang telah diperoleh untuk diketahui orang banyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai Percakapan
1
Butuh Bantuan? Hubungi kami
IA Scholar Foundation
Hello 👋
Apa yang bisa kami bantu?