Bagikan Berita

Senin, 10 Agustus, 2026, IA Scholar Foundation melaksanakan online writing course untuk mahasiswa di seluruh perguruan tinggi. Pelatihan ini merupakan praktik kepenulisan yang didasarkan pada materi-materi, yang disampaikan oleh para tutor yang berpengalaman dalam menulis artikel scopus. Pelatihan ini dikhususkan untuk mahasiswa S1 sampai S3 dalam negeri maupun diluar negeri. Tak terkecuali, mahasiswa luar negeri seperti Universitas Kebangsaan Malaysia, juga aktif mengikuti online writing course. Para peserta yang tergolong dari mahasiswa, sangat antusias dalam mendengar dan mengikuti pelatihan karya tulis ilmiah bersama IA Scholar Foundation. Hampir setiap bulan program ini selalu dibuka.

Namun kali ini, program yang dibuka hampir setiap bulan dengan 4 kali pertemuan dalam sebulan, menawarkan berbagai trik dan tips dalam menulis dan mempublikasikan karya tulis ilmiah yang sangat relevan dengan scopus. Strategi ini dibuka oleh langsung oleh Prof. Dr. Irwan Abdullah yang merupakan founder sekaligus mentor senior di IA Scholar Foundation. Pengalaman dan karya tulis ilmiah yang Prof Irwan miliki, tentu terbilang sangat begitu banyak. Dalam kesempatan kali ini, Prof. Dr. Irwan Abdullah yang hadir pada malam Senin menyampaikan materi terkait bagaimana menemukan isu atau topik penelitian dan merumuskan masalah penelitian secara sistematis.

Prof. Dr. Irwan Abdullah menyampaikan bahwa dalam menulis scopus, kita sebagai penulis harus menguasai enam rukun scopus yang terdiri dari introduction, literature review, methods, results, discussion, and conclusion. Enam rukun ini wajib diingat untuk memahami sistematika penulisan karya tulis ilmiah dengan baik dan benar. Tentu, dalam hal ini harus ada rumusan-rumusan yang ada pada setiap items untuk membuat tulisan menjadi lebih menarik. Maka perlu yang dinamakan pelatihan menulis. Menurut Prof. Dr. Irwan Abdullah ada dua yang harus dikuasi mengenai rukun scopus, yaitu yang pertama, tujuan yang perlu dikuasai. Kedua, apa saja yang harus ada point-point di dalam. Jika kita telah menguasai ini, maka akan mudah untuk menulis dan mempublikasi karya tulis ilmiah seperti scopus.

Prof. Dr. Irwan Abdullah mengatakan bahwasahnya setelah kita memahami dan menguasai rukum scopus, maka kita harus menemukan topik yang menarik bagi pembaca dan editor jurnal. Disini, Prof. Dr. Irwan Abdullah memberikan rumusan terkait sifat powerful dalam suatu topik melalui konsep CCTES. Baginya, konsep ini sangat penting untuk merumuskan dan menganalisis judul yang cocok dengan jurnal scopus. CCTES ini ringkasan dari C=controversy, C=change, T=trend, E=emergency, dan S=solution. Prof Dr. Irwan Abdullah memberikan perspektif yang dari ringkasan ini untuk memberikan konseptual yang analitik dan sistematik secara luas dalam penulisan judul karya tulis ilmiah.  Baginya, penulisan yang controversy harus memperhatikan isu-isu yang sangat kontroversi seperti adanya kontestasi, negoisasi, dan juga kontroversi dalam kehidupan sosial. Selain itu, judul yang memiliki konsep change, merupakan judul yang lebih mengutamakan perubahan seperti transformasi, revitalisasi, dan revolusi. Sedangkan seperti trend, emergency, dan solution, topik yang harus mendepankan pembaruan, krisis dalam kehidupan, dan memberikan solusi dalam pembangunan sosial.

Pro. Dr. Irwan Abdullah menyarankan bahwa konsep CCTES sangat berguna untuk para penulis. Apalagi, konsep ini telah lama diterapkan dalam pelatihan di IA Scholar Foundation baik secara online maupun ofline di Yogyakarta. Mereka yang telah belajar di IA Scholar Foundation dengan menggunakan rumusan ini, berhasil menerbitkan karya tulis ilmiah mereka di scopus. Tercatat bahwa hampir 800 lebih artikel scopus yang terbit berasal dari pelatihan di IA Scholar Foundation. Dalam pertemuan pertama ini, Prof. Dr. Irwan Abdullah memberikan perspektif yang begitu luas terkait dengan pemikiran yang analitik dalam merumuskan judul scopus. Dengan kata lain, CCTES sangat berguna untuk merumuskan judul ataupun topik yang sistematis dan menarik sesuai dengan analisis berpikir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai Percakapan
1
Butuh Bantuan? Hubungi kami
IA Scholar Foundation
Hello ????
Apa yang bisa kami bantu?