Kekerasan seksual sering kali muncul menjadi isu global. Kasus-kasus kekerasan seksual kerap terjadi di berbagai negara. Indonesia semisalnya, minggu-minggu ini isu kekerasan seksual menjadi topik hangat setelah isu terkait dengan kebakaran hutan di Kalimantan. Salah satunya yaitu isu terkait kekerasan seksual yang muncul di pesantren. Baru-baru ini BBC meliput terkait kasus kekerasan seksual yang telah dilakukan oleh pelaku guru di sebuah pesantren pada tahun 2022. Investigasi BBC melihat bahwa pelaku kekerasan seksual di Pesantren telah dibebaskan. Selain itu, ada juga laporan terkait kasus kekerasan seksual pada keluarga yang dilakukan pada tahun 2026 sekarang. Hal ini menjadi dasar bahwa kekerasan seksual merupakan isu yang sangat dominan yang kadang kala muncul sebagai pembahasan yang sangat krusial.
Menariknya, kasus kekerasan seksual yang sering terjadi luput akan perhatian khusus untuk melihat sejauh mana kebijakan dapat dipertahankan dan sejauh mana implikasinya berdampak positif terhadap korban-korban kekerasan seksual. Kasus investigasi BBC terkait dengan kekerasan seksual menggambarkan bahwa isu kekerasan seksual sebenarnya tidak pernah berhenti. Isu ini dimunculkan sebagai upaya para penegak keadilan mencari celah untuk meminimalisir kembali terjadinya kekerasan seksual yang ada di sekolah, pesantren, lembaga Islam, keluarga, dan masyarakat. Maka dari itu, para ilmuwan mencari solusi dengan cara memberikan pengetahuan lewat sosial media dan artikel-artikel beruputasi agar ide-ide mereka dapat diterapkan kepada banyak orang. Berikut jurnal-jurnal yang direkomendasi membahas isu-isu terkait kekerasan seksual.
Sexual Abuse, jurnal resmi dari *Association For The Treatment & Prevention Of Sexual Abuse*, menyediakan wadah bagi penelitian orisinal terkini dan tinjauan ilmiah mengenai aspek klinis maupun teoretis terkait tindakan kekerasan seksual. Berbeda dengan publikasi lain yang menyajikan beragam artikel mengenai kekerasan seksual dan seksualitas manusia secara umum, *Sexual Abuse* merupakan satu-satunya jurnal yang berfokus secara eksklusif pada bidang ini, dengan mengkaji secara mendalam etiologi, dampak, pencegahan, serta strategi penanganan dan tata laksananya. Studi-studi mendalam ini menyediakan data penting bagi para praktisi di lingkungan klinis maupun akademis—termasuk psikolog, psikiater, pekerja sosial, serta terapis dan konselor—maupun bagi petugas pemasyarakatan dan tenaga profesional terkait di bidang layanan perlindungan anak.
Culture, Health & Sexuality adalah jurnal berbasis langganan yang menerbitkan penelitian internasional mutakhir serta kajian ilmiah mengenai isu dan persoalan terkini. Dalam tulisannya, penulis diharapkan menggunakan perspektif budaya—baik secara konseptual maupun analitis—yang berkaitan dengan seks, seksualitas, gender, dan kesehatan. Topik-topik yang dimuat dalam *Culture, Health & Sexuality* antara lain: (1) Seks, gender, dan seksualitas sebagaimana dialami dan dijalani oleh beragam populasi, baik individu maupun kelompok; (2) Interseksionalitas antara gender, seks, dan seksualitas dengan identitas sosial, perbedaan, struktur, serta pembagian sosial lainnya; (3) Sistem, kepercayaan, dan praktik kesehatan yang berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan seksual serta reproduksi; (4) Kesejahteraan seksual dan reproduksi individu maupun komunitas, beserta aspek-aspek budayanya.
Sexualities adalah jurnal internasional mapan dan sumber referensi yang sangat berharga; jurnal ini menerbitkan artikel, ulasan, dan komentar ilmiah mengenai sifat seksualitas manusia yang terus berubah. Jurnal ini mengadopsi perspektif lintas disiplin yang luas, mencakup seluruh bidang ilmu sosial, sejarah budaya, antropologi budaya, dan geografi sosial, serta feminisme, studi gender, studi budaya, dan studi lesbian serta gay. Sexualities menerbitkan karya yang bersifat analitis dan etnografis—karya yang mendeskripsikan, menganalisis, merumuskan teori, dan memberikan kritik terhadap perubahan dalam organisasi sosial pengalaman seksual manusia di dunia modern akhir. Sexualities telah melampaui tujuan awal yang digariskan dalam manifesto pendiriannya. Jurnal ini dengan cepat menjadi referensi yang tak tergantikan bagi mereka yang mengkaji seksualitas secara serius. Kualitas intelektual dan semangatnya memberikan citra positif bagi dunia penerbitan akademik.” — Jeffrey Weeks, London South Bank University, Inggris.
Journal of Child Sexual Abuse (JCSA) bersifat lintas disiplin dan menjadi wadah penghubung penting bagi para peneliti, akademisi, praktisi hukum, klinisi, advokat, pembuat kebijakan, dan praktisi lapangan. Jurnal ini mendorong peningkatan jejaring di bidang kekerasan atau viktimisasi seksual terhadap anak, penyebarluasan informasi dan hasil penelitian yang lebih luas, pemberian prioritas lebih tinggi terhadap masalah yang telah menjadi epidemi global ini, serta pengembangan program asesmen, intervensi, dan pencegahan yang efektif untuk berbagai tahapan usia. Dengan pembagian bagian-bagian yang menyajikan informasi secara jelas, jurnal ini memuat studi penelitian, program intervensi, pembahasan mengenai trauma, isu hukum dan forensik, program pencegahan, studi kasus, asesmen, serta laporan singkat. Fokusnya mencakup berbagai kelompok subjek: anak dan remaja yang menjadi korban kekerasan seksual atau inses; orang dewasa penyintas kekerasan seksual atau inses di masa kanak-kanak; remaja atau orang dewasa yang menjadi korban/penyintas kekerasan atau pelecehan seksual; serta pelaku kekerasan seksual, inses, dan kekerasan seksual. Penelitian, pendekatan dan teknik penanganan, pencegahan, intervensi, serta program lain yang berkaitan dengan kelompok-kelompok tersebut merupakan kategori umum dari artikel, studi kasus, dan laporan singkat yang diterbitkan. Artikel-artikel dalam jurnal ini menekankan pada penerapan hasil penelitian, penanganan, dan intervensi dalam situasi praktis di berbagai tahapan usia, sehingga signifikansi dan implikasi dari temuan tersebut dapat dipahami dengan jelas. Jurnal ini juga menerima usulan edisi khusus yang dikelola oleh editor tamu.
Sexuality Research and Social Policy merupakan forum internasional untuk memublikasikan penelitian empiris orisinal yang telah melalui telaah sejawat (peer-reviewed) dan mencerminkan perkembangan terkini di bidang seksualitas, serta pembahasan teoretis dan metodologis. Jurnal ini juga membahas implikasi dari temuan-temuan tersebut terhadap kebijakan global terkait kesehatan seksual, pendidikan seksualitas, dan hak-hak seksual di berbagai komunitas. Sebagai jurnal multidisiplin, Sexuality Research and Social Policy juga memuat laporan singkat penelitian dan konferensi, dokumen kebijakan (white papers), ulasan buku, film, dan karya lainnya, serta editorial tamu dan komentar. Selain itu, jurnal ini sesekali menerbitkan edisi khusus yang membahas topik-topik aktual.
Sexuality and Disability merupakan forum internasional untuk memublikasikan makalah ilmiah orisinal lintas disiplin yang telah melalui telaah sejawat (peer-reviewed), yang membahas aspek psikologis dan medis seksualitas dalam kaitannya dengan rehabilitasi. Jurnal ini memublikasikan artikel penelitian terkini, artikel tinjauan, studi kasus, laporan praktik klinis, laporan penelitian singkat, laporan data survei, editorial, serta ulasan buku dan film, yang menyajikan perkembangan terbaru di bidang seksualitas terkait dengan beragam jenis disabilitas dan kondisi kesehatan. Kontribusi yang dimuat mencakup berbagai topik, seperti kemajuan klinis dan penelitian, program komunitas, program kemandirian hidup, pedoman praktik klinis, topik khusus grand-rounds, isu-isu konsumen, serta perkembangan terkini dalam program khusus pendidikan seks dan konseling bagi penyandang disabilitas. Edisi khusus yang melibatkan editor tamu bereputasi internasional berfokus pada topik-topik terkini seputar kesehatan seksual.
Sexuality & Culture adalah jurnal multidisiplin internasional terkemuka yang menerbitkan penelitian empiris dan teoretis berkualitas tinggi mengenai topik seksualitas dan budaya dalam pengertian yang luas. Jurnal ini terbuka terhadap beragam pendekatan teoretis, metodologis, dan disipliner, serta berfokus terutama pada kajian sistematis dan cermat mengenai seksualitas dalam konteks budaya di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Jurnal ini memuat penelitian orisinal yang telah melalui proses telaah sejawat (peer-review) mengenai berbagai topik seksualitas serta persinggungannya dengan aktivitas, kekuatan, dan institusi sosial-budaya, termasuk proses-proses budaya yang memengaruhi pengalaman seksual individu. Cakupan topik meliputi penelitian tentang hasrat, praktik, dan identitas seksual; fantasi seksual; heteroseksualitas; isu-isu LGBTQI+; organisasi dan institusi; kebijakan dan hukum; etika dan persetujuan (consent); hubungan; seksualitas digital dan teknologi; interseksionalitas; konsumsi; pornografi; serta kenikmatan, kegembiraan, dan manfaat yang berkaitan dengan seksualitas, di antara berbagai isu lainnya.
Sejak didirikan pada tahun 1994, Theology & Sexuality telah menjadi wadah utama bagi mereka yang melakukan kajian teologis mengenai isu-isu seksualitas dan gender. Jurnal internasional yang melalui proses telaah sejawat (peer-reviewed) ini juga berupaya agar dapat diakses oleh kalangan non-profesional yang memiliki minat di bidang tersebut, seperti mereka yang bergerak di bidang konseling. Tema-tema yang dibahas dalam jurnal ini meliputi konstruksi teologis mengenai seks dan gender, pernikahan, model-model keluarga, pendekatan dekonstruktif dan rekonstruktif terhadap ajaran Kristen tradisional (maupun tradisi lain) mengenai seksualitas, seksualitas serta kekerasan dan penindasan, dan etika hubungan pribadi. Jurnal ini mengakui dukungan dari The Centre for the Study of Christianity and Sexuality, yang anggotanya dapat memilih untuk menerima jurnal ini sebagai bagian dari keanggotaan tahunan mereka.
Jurnal-jurnal diatas merupakan jurnal yang focus dengan isu kekerasan seksual. Jika Sahabat IAS mencari dan membutuhkan referensi terkait dengan topik penelitian tersebut, sahabat IAS dipersilahkan untuk mengklik nama jurnal yang ada di atas. Jurnal-jurnal tersebut merupakan jurnal yang memiliki literatur yang dapat mendukung analisis dan juga pemahaman terkait dengan isu kekerasan seksual secara global. Selain itu, jika sahabat IAS membutuhkan bantuan untuk menulis artikel, Sahabat IAS dapat mengunjungi program IA Scholar Foundation di website untuk melihat program pelatihan yang cocok buat anda. Berikut adalah linknya: https://iascholar.org.
