Bagikan Berita

Yogyakarta, 20 Oktober 2026, IA Scholar Foundation melaksanakan pelathan kembali dalam menguatkan kapasitas dosen, peneliti, dan penulis untuk mencetak Guru Besar (Professor) di perguruan tinggi, Pelatihan ini merupakan pelatihan khusus pada batch ke 162 dengan moto mencetak guru besar di setiap kampus. Pelatihan ini menghadiri sekitar 12 peserta yang terdiri dari 10 orang UIN Walisongo, 2 orang dari UIN Kudus dan Madura. Para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan di IA Scholar Foundation. Pelatihan ini menambah catatan besar alumni pelatihan yang semulanya sebanyak 1999 menjadi 2011 peserta (alumni) yang pernah belajar di IA Scholar Foundation. Rekor ini terus dipertahankan sampai mencetak guru besar sebanyak mungkin di perguruan tinggi negeri dan swasta.

Dalam kesempatan kali ini, Nur Quma Laila, M.A selaku mentor IA Scholar menyambut hangat kedatangan peserta dengan memberikan ketentuan-ketentuan dalam masa pelatihan selama lima hari kedepan. Bagi Ila, komitmen terbesar untuk para peserta yang datang pada hari ini ialah mengikuti agenda dan serangkaian pelatihan menulis dengan seksama di studio. Ila menyampaikan terkait pembagian ruangan dan jadwal materi serta bimbingan untuk para dosen yang hadir pada malam hari ini. Penyampaian ini bertujuan untuk membangun kebiasaan menulis dan aktif kepada para peserta.

Setelah Ila memberikan pembukaan pelatihan, Dr. Hasse Jubba selaku direktur IA Scholar Foundation juga turut hadir di ruangan untuk memberikan kata sambutan dan penjelasan singkat terkait program IA Scholar Foundation. Hasse mengucapkan terima kasih banyak kepada para peserta yang telah turut hadir dalam mengikuti pelatihan selama lima hari di studio IAS di Yogyakarta. Dr. Hasse juga menyampaikan bahwa alumni IAS telah mencapai 1999 dan menjadi 2011 di Angkatan ini. Harapannya semakin banyak alumni, maka akan semakin banyak guru besar dan alumni yang berhasi menembus artikel scopus. Bahkan Dr. Hasse Jubba mengatakan bahwa para peserta pelatihan banyak dari naungan Kementrian Agama. Seperti UIN Kudus, UIN Walisongo, dan UIN Madura. Jika dilihat para alumni kami telah mencetak artikel scopus sebanyak 812 artikel “ujar Dr. Hasse”. Catatan ini sebagai acuan bahwa IA Scholar foundation sangat konsisten dan berkomitmen besar dalam membimbing dan melatih para peserta untuk menulis artikel scopus.

Pada kesempatan kali ini, IA Scholar foundation memiliki visi dan misi yang besar dalam mecetak guru besar di setiap perguruan tinggi yang mengikuti pelatuhan di IA Scholar. Harapan ini tidak hanya sebagai motivasi, tetapi juga sebagai landasan bahwa IA Scholar Foundation memiliki berkontribusi besar dalam membangun peradaban-peradaban para guru besar sekaligus cendikiawan untuk meningkatkan kapasitas diri. Dengan kata lain, IA Scholar foundation mengabdi untuk meningkatkan sumber daya pendidik yang lebih relevan dan berintelektual di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *