Yogyakarta, 15 September 2026, IA Scholar Foundation melaksanakan pelatihan menulis artikel batch 160. Pelatihan ini dilaksanakan selama lima hari pada tanggal 15-19 September 2026 di studio IA Scholar Foundation. Pelatihan ini menghadirkan dua perguruan tinggi yaitu UIN Walisongo sebanyak delapan orang dan IAKN Manado sebanyak dua orang dengan total sepuluh orang. Sepuluh peserta yang hadir pada tanggal 15 September 2026 sangat bersemangat dan antusias untuk mengikuti pelatihan di IA Scholar Foundation. Pasalnya, para peserta memiliki target untuk menuntaskan misa dalam menyelesaikan artikel scopus selama lima hari.

Seperti biasa, pelatihan IA Scholar Foundation dibuka oleh Prof. Dr. Irwan Abdullah selaku founder IA Scholar yang menekankan bahwa pentingnya untuk memperkuat fondasi akademik, agar artikel menjadi kokoh. Prof. Irwan meminta Mirna Yusuf bersama Nur Quma Laila selaku perwakilan mentor IAS untuk menyampaikan gambaran terkait dengan literatur review. Mirna mengatakan bahwa para peserta sejatinya yang datang kesini sebagai pemula dalam menulis artikel scopus harus memahami literatur review atau kajian terdahulu. Hal yang paling penting yaitu sumber artikel jurnal yang kompetibel dan berkualitas tinggi terutama jurnal scopus yang menjadi leteratur dalam penulisan.

Para editor scopus memahami konteks saat ini bahwa akreditasi jurnal membutuhkan sumber-sumber scopus yang sangat relevan dalam mendukung perkembangan jurnal mereka. Bagi Mirna, sebagai penulis pemula, kita harus mencari jurnal luar negeri terutama yang terindeks scopus Q1 hingga Q4 untuk mempermudah artikel kita dapat diterima oleh pihak jurnal. Jangan sampai kita terlalu fokus dengan jurnal-jurnal lokal seperti sinta untuk dijadikan kutipan kita dalam menulis, karena itu akan mempengaruhi tulisan. Hal tersebut mengharuskan kita untuk aware dalam kasus tersebut “ujar mirna”. Editor jurnal scopus yang menerima artikel baru, berpotensi mempertahankan sumber-sumber jurnal yang dapat mendukung kenaikan jurnal-jurnak mereka. Maka dalam hal itu, penting untuk melihat literatur review yang dapat mendukung penerimaan artikel ke jurnal scopus.
Dalam kesempatan ini, Mirna menanyakan apakah UIN Walisongo telah berlangganan dengan scopus. Pertanyaan ini ditanyakan untuk memastikan para peserta dapat mengakses artikel-artikel secara terbuka di jurnal-jurnal scopus. Namun, salah satu perserta menjawab belum. Mirnapun memberi tanggapan “kalau begitu kita akan memberikan tips agar bisa mengakses artikel scopus”. Pelatihan inipun berjalan dengan lancar, dan membuat suasana menjadi ramai akan wajah bersemangat para peserta dalam mengikuti pelatihan selama lima hari.
