Bagikan Berita

Ujaran kebencian atas nama agama sering kali menjadi issue public dalam kehidupan sosial. Tidak heran bahwa ujaran kebencian berawal dari komunikasi yang mengakibatkan adanya misinformasi dalam penyampaian kepada orang lain. Seperti halnya kasus ujaran kebencian kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahox) yang mengalami sentiment terhadap suku, Agama, ras, dan golongan (SARA) di sosial media Buni Yani. Ahox mengalami ujaran kebencian dalam penyebaran video tentang penistaan agama. Hal ini berpotensi memberikan kepercayaan isu kepada public melalui komunikasi yang bisa saja mengalami miskomunikasi, dan mengakibatkan munculnya ujaran kebencian terhadap agama tertentu. Disatu sisi, penyebaran informasi hoax akan berpotensi dipidana, disisi yang lain, media sosial akan memviralisasikan berita dengan cepat. Kasus inilah yang membuat komunikasi publik terus dikontrol oleh negara dalam informasi di sosial media.

Dalam realitas sosial, komunikasi menciptakan informasi yang relevan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kadang kala komunikasi menjadi alat untuk menyudutkan orang lain demi mendapatkan ketenaran dalam kehidupan seseorang. Hal ini dikarenakan minimnya pemahaman terhadap agama dalam menjadi moralitas dan etika dalam berkomunikasi di sosial media. Oleh karenya, muncul diskusi-diskusi klasik dan kontemporer terkait dengan komunikasi dan dakwah dalam membangun kebenaran dalam perspektif Islam. Para ilmuan Muslim berusaha memberikan diskusi menarik dalam artikel yang diterbitkan dalam jurnal-jurnal internasional. Jurnal ini berfokus pada kajian komunikasi dan dakwah yang diterbitkan di pubrik elisevier_jurnal scopus. Berikut rekomendasi 6 jurnal bidang komunikasi dan dakwah yang terindeks scopus:

  1. Indonesia and the Malay World

Indonesia and the Malay World adalah jurnal telaah sejawat yang berkomitmen untuk memublikasikan karya ilmiah di bidang seni dan humaniora mengenai kawasan Asia Tenggara maritim. Jurnal ini secara khusus berfokus pada kajian bahasa, sastra, seni, arkeologi, sejarah, agama, antropologi, seni pertunjukan, sinema, dan pariwisata di kawasan tersebut. Selain menerima artikel secara individual, jurnal ini juga menerbitkan edisi khusus yang berfokus pada tema atau wilayah tertentu. Jurnal ini diterbitkan tiga kali setahun, yaitu pada bulan Maret, Juli, dan November.

  1. Journal of Muslim Minority Affairs

Journal of Muslim Minority Affairs adalah jurnal penelitian peer-review yang diterbitkan sejak tahun 1979. Jurnal ini memahami status minoritas sebagai sesuatu yang dihasilkan dan bukan diberikan, dan menyediakan rumah intelektual bagi para sarjana yang bekerja di bidang pemikiran Islam, studi hukum, teologi dan studi ilmu sosial tentang Islam dan komunitas Muslim dalam konteks minoritas dan minoritas.

  1. Jurnal Komunikasi: Malaysian Journal of Communication

Jurnal ini menyediakan forum untuk penyelidikan empiris tentang komunikasi manusia dan massa dan menyambut esai atau debat konseptual, filosofis dan teoritis, resensi buku dan resensi esai yang secara langsung berkontribusi pada komunikasi atau secara tidak langsung mempengaruhinya sebagai suatu disiplin ilmu.

  1. Social Compass

Social Compass merupakan jurnal yang berfokus pada komunikasi dan dakwah. Setiap terbitan triwulanan bersifat tematik, menawarkan liputan mendalam tentang bidang utama penelitian sosial terkini tentang agama di masyarakat. Tema-tema terkini meliputi: pengajaran dan penelitian dalam ilmu-ilmu sosial agama; agama, budaya dan identitas; dan rekonstruksi negara di bidang keagamaan.

  1. Journal of Religion, Media and Digital Culture

The Journal of Religion, Media and Digital Culture (RMDC) adalah jurnal akademik yang melalui proses telaah sejawat (peer-reviewed) dan menerbitkan tiga edisi setiap tahunnya. RMDC diterbitkan melalui kerja sama dengan International Society for Media, Religion and Culture (ISMRC). Untuk memahami agama di masa kini, kita perlu memahami bagaimana gagasan dan praktik keagamaan dikomunikasikan, dipelajari, direpresentasikan, dijalankan, dan ditentang melalui media. Agama beredar melalui media sosial, dibahas dalam pemberitaan, serta menjadi sumber pencitraan bagi film dan televisi. Pemahaman umum mengenai keyakinan dan praktik keagamaan terbentuk melalui perjumpaan dengan representasinya dalam jurnalisme dan media hiburan. Lembaga-lembaga keagamaan pun memproduksi media mereka sendiri, mulai dari siaran pengkhotbah di radio dan televisi hingga permainan video bertema keagamaan. Jurnal ini bertujuan menyediakan wadah untuk berbagi penelitian empiris baru serta analisis teoretis mengenai berbagai persinggungan tersebut—dan persinggungan lainnya—antara agama, media, dan budaya. RMDC menerbitkan karya orisinal yang berkontribusi pada diskursus ilmu sosial mengenai hubungan antara agama, media, dan budaya. Studi yang mencakup tradisi keagamaan, jenis media, maupun wilayah geografis apa pun dipersilakan untuk diajukan. Fokus utama jurnal ini adalah pada media terkini dan kontemporer, namun studi yang bersifat historis juga dapat dipertimbangkan. Tulisan yang bersifat teologis pada umumnya tidak akan diterima untuk diterbitkan.

  1. Contemporary Islam

Islam Kontemporer: Dinamika Kehidupan Muslim adalah forum terkemuka untuk studi ilmiah sosial tentang kehidupan Muslim di seluruh dunia – komunitas, budaya, identitas, politik, institusi, dan praktik sehari-hari. Studi tentang Islam dan kehidupan Muslim kontemporer dari perspektif ilmu sosial menjadi lebih mendesak dari sebelumnya. Jurnal ini menyediakan forum aktif untuk diskusi ide-ide baru, pengalaman kerja lapangan, pandangan-pandangan yang menantang, dan pendekatan metodologis dan teoretis terhadap kehidupan Muslim. Hal ini mendekati Islam sebagai tradisi yang hidup dalam masyarakat global saat ini dan bukan merupakan forum refleksi normatif dalam teologi atau yurisprudensi Islam. Ilmu pengetahuan yang berlandaskan sejarah diterima baik jika analisisnya berbicara langsung mengenai dinamika kehidupan Muslim kontemporer; ujiannya adalah relevansi argumen saat ini, bukan latar belakang disiplin ilmu penulis.

Jurnal-jurnal diatas memiliki scopes dan aims dalam diskusi ilmiah dibidang komunikasi dan dakwah. Jurnal ini menerbitkan artikel selama dua kali dalam satu tahun. Dasar keilmuan yang menjadi focus utama dalam jurnal-jurnal diatas yaitu komunikasi, agama, sosial, politik, hukum, dan kemasyarakatan. Bagi teman-teman yang tertarik dan memiliki tulisan terkait dengan kajian komunikasi dan dakwah, sahabat IAS bisa mangakses link yang telah ditatapkan diatas. Selain itu, bagi teman-teman yang ingin mengetahui lebih dalam terkait dengan jurnal komunikasi dan dakwah serta ingin menulis artikel terkait topik tersebut yang relevan dengan jurnal, teman-teman bisa mengikuti pelatihan di IA Scholar Foundation. IA Scholar Foundation akan mengarahkan anda untuk menemukan tatacara mencari jurnal scopus yang tepat, mencari call for papers yang sesuai, dan tidak kalah penting tata cara dalam menulis artikel dari nol sampai bisa submit. Kami juga menyarankan anda untuk membuka website IA Scholar Foundation untuk melihat update pelatihan dan program sesuai dengan anda. Berikut adalah link yang dapat anda akses: https://iascholar.org.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *