Edit Content

IA Scholar Foundation

Kami merupakan lembaga yang khusus didirikan untuk menjembatani para akademisi dan peneliti dengan dunia publikasi dan jurnal. IASF membawahi divisi penelitian dan publikasi ilmiah bereputasi melalui pelatihan, pendampingan, dan konsultasi.

 
Sultan Amai
Bagikan Berita

Gorontalo – Publikasi ilmiah, bukan saja menunjukkan kredibilitas dosen sebagai peneliti dan pendidik, namun juga menunjukkan kemampuan institusional perguruan tinggi dalam memproduksi ilmu pengetahuan yang memiliki relevansi dan kontribusi besar atas penyelesaian berbagai masalah masyarakat kontemporer. Prof. Dr. Irwan Abdullah (Founder IASF/Irwan Abdullah Scholar Foundation) dan IAIN Sultan Amai Gorontalo melihat publikasi ilmiah sebagai ruang aktualisasi penelitian bersama dalam memproduksi ilmu pengetahuan dengan dasar nilai-nilai kolaborasi yang kokoh.

Gorontalo

 

“Para dosen IAIN Sultan Amai Gorontalo perlu menegaskan diri sebagai ilmuwan global yang diperbincangkan dari Amerika, Jerman, hingga Australia melalui produktifitas dalam publikasi ilmiah di jurnal–jurnal yang bereputasi internasional,” jelas Prof. Irwan saat memberikan materi Workshop Penulisan dan Publikasi Jurnal Internasional Terindeks Scopus yang diselenggarakan oleh LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo, pada 13-14 Mei 2024 lalu. Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka langsung oleh Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo Prof. Dr. Zulkarnain Suleman, M.Hi.

Baca Juga: STIA Nasional Menandatangi MoU Berkelanjutan dengan IASF

Prof. Dr. Irwan Abdullah yang memiliki reputasi sebagai sosok scientist nomor 20 besar di dunia tersebut mengatakan bahwa agar setiap dosen mampu menerbitkan hingga 10 artikel terindeks Scopus setiap tahunnya, maka perlu dibangun tradisi akademik seperti one day one paragraph. Satu pesan fundamental dari Prof. Irwan tersebut memperlihatkan tradisi akademik yang diaktualisasikan secara konsisten mencerminkan adanya perubahan substansial dalam kelembagaan IAIN Sultan Amai Gorontalo. “Dosen harus yakin hasil karyanya akan dibaca oleh para mahasiswa dan dosen yang ada di UGM bahkan di Indonesia dan di dunia,” urai Prof. Irwan.

IA Scholar

Workshop ini juga menghadirkan narasumber dari akademisi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Dr. Hasse Jubba, MA dan para tim IA Scholar. Pada kesempatan tersebut, Dr. Hasse menekankan agar para dosen bertransfomasi menjadi figur penting yang memberi warna pada dunia akademik melalui publikasi ilmiah. Tradisi akademik melalui publikasi ilmiah di Scopus menjadi “jalan ninja” para dosen IAIN Sultan Amai Gorontalo yang dibangun dengan semangat kolaboratif dan produktivitas tanpa batas. Hal tersebut menjadi fase penting yang membawa IAIN Sultan Amai Gorontalo menjadi perguruan tinggi yang lebih kompetitif dan memiliki rekognisi global yang diakui secara internasional.

Baca Juga: Kunjungan Universiti Kebangsaan Malaysia ke Studio IA Scholar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai Percakapan
1
Butuh Bantuan? Hubungi kami
IA Scholar Foundation
Hello 👋
Apa yang bisa kami bantu?